Sabtu, 11 Oktober 2014

Pengaruh Jenis Air Terhadap Pertumbuhan Biji Bayam

PENGARUH JENIS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI BAYAM
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzrNyQhKWHj1KB6QB8djRFg3jt6PjznEau6uEmrunMrSE16Fh6xnBTSiLPFfw3uFGucHtgo3BRz66EHpVkYFa2_WOHuSTx6lmrMRYPNBrQmsSUJe08LFnR8ebcXJ57xFoXt598VfS1L9EC/s1600/images.jpeg
Anggota Kelompok 5          :
Rizky Clarinta Putri
Zahara Amalia
Amira Adlina Ulfah
Nepri Hardiyano
Reza Oktavianus

Guru Pembimbing      :
Ibu. Elita

Kelas         :
XII IPA 5


SMA NEGERI 3 KOTA JAMBI

Tahun Ajaran 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Indonesia adalah negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Indonesia juga di kenal sebagai negara agraris dimana sektor pertanian menjadi ujung tombak perekonomian. Pada musim penghujan para petani relatif mudah untuk melakukan perawatan bagi tanamannya, missal padi. Tapi pada musim  kemarau dimana air sulit di dapat para petani harus mengakalinya dengan mencari sumber pengairan baru atau mananam tanaman yang relatif mudah perawatannya saat jumlah air terbatas, misal tanaman palawija. Bayam termasuk dalam tanaman yang lebih mudah perawatannya dimana tidak terlalu membutuhkan air banyak.
Pada penelitian kali ini kami memilih tanaman bayam karena tanaman ini banyak tersebar di Indonesia dan masyarakat pun sering mengolah bayam menjadi aneka makanan. Tentunya bayam yang memiliki kualitas lebih baik yang akan menghasilkan berbagai makanan yang baik pula. Dengan keadaan alam Indonesia yang sudah dijelaskan di atas mungkin banyak membuat tanaman kurang mendapat perlakuan yang baik sesuai dengan keadaannya. Dan dengan penelitian terhadap tanaman bayam ini kami ingin memaparkan sedikit pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan biji bayam.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang di atas,maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.      Bagaimana pengaruh perbedaan jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji bayam?
  
C.Batasan Masalah
Kami mengamati pengaruh perbedaan jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji tumbuhan bayam.



D.Hipotesis
Hipotesis yaitu sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan. Atau dengan kata lain, hipotesis adalah anggapan dasar yang masih perlu dibuktikan. Dalam hal ini adalah dengan melakukan penelitian terhadap tumbuhan yang telah disediakan.

Hipotesis dari penelitian ini adalah perbedaan jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji tumbuhan bayam.

E.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
Mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji bayam

F.Variabel
·         Variabel kontrol yaitu variabel yang dibuat sama oleh peneliti. Dalam hal ini yang menjadi variabel kontrol yaitu jumlah biji bayam,jenis tanah dan penyiraman  .
·         Variabel bebas/variabel manipulatif yaitu variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Yang menjadi variabel bebas adalah jenis air yang diberikan pada kecambah bayam.
·         Variabel terikat/variabel respon adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat adalah kecepatan tumbuh kecambah bayam.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Tanaman Bayam
Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan yang mampu mengikat gas CO2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi yang tinggi pada beragam ekosistem. Bayam memiliki siklus hidup yang relatif singkat, umur panen tanaman ini 3-4 minggu. Sistem perakarannya adalah akar tunggang dengan cabang-cabang akar yang bentuknya bulat panjang menyebar ke semua arah. Umumnya perbanyakan tanaman bayam dilakukan secara generatif yaitu melalui biji (Hadisoeganda, 1996).
Selanjutnya, tanaman bayam secara sistematika di klasifikasikan sebagai berikut :
Divisio : Spermatophyta
Class : Angiospermae
SubClass : Dicotyledoneae
Ordo : Amaranthales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus sp.
Pada umumnya organ-organ yang penting pada tanaman bayam adalah sebagai
berikut :
a. Akar
Bentuk tanaman bayam adalah terma (perdu), tinggi tanaman dapat mencapai
1,5 sampai 2 m, berumur semusim atau lebih. Sistem perakaran menyebar dangkal
pada kedalaman antara 20-40 cm dan berakar tunggang.

b. Batang
Batang tumbuh tegak, tebal, berdaging dan banyak mengandung air, tumbuh
tinggi diatas permukaan tanah. Bayam tahunan mempunyai batang yang keras berkayu dan bercabang banyak. Bayam kadang-kadang berkayu dan bercabang
banyak.

c. Daun
Daun berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing dan urat-urat daun
yang jelas. Warna daun bervariasi, mulai dari hijau muda, hijau tua, hijau keputih-
putihan, sampai berwarna merah. Daun bayam liar umumnya kasap (kasar) dan
kadang berduri.

d. Bunga
Bunga bayam berukuran kecil, berjumlah banyak terdiri dari daun bunga 4-5
buah, benang sari 1-5, dan bakal buah 2-3 buah. Bunga keluar dari ujung-ujung
tanaman atau ketiak daun yang tersusun seperti malai yang tumbuh tegak. Tanaman
dapat berbunga sepanjang musim. Perkawinannya bersifat uniseksual, yaitu dapat
menyerbuk sendiri maupun menyerbuk silang. Penyerbukan berlangsung dengan
bantuan angin dan serangga.

e. Biji
Biji berukuran sangat kecil dan halus, berbentuk bulat, dan berwarna coklat tua sampai mengkilap sampai hitam kelam. Namun ada beberapa jenis bayam yang mempunyai warna biji putih sampai merah, misalnya bayam maksi yang bijinya merah.
            Secara umum bayam dapat tumbuh sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan). Tanaman bayam tidak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit, asalkan kondisi tanah subur, penyiraman teratur, dan saluran drainase lancar. Bayam juga sangat toleran terhadap keadaan yang tidak menguntungkan sekalipun serta tidak memiliki jenis tanah tertentu. Akan tetapi, untuk pertumbuhan yang baik memerlukan tanah yang subur dan bertekstur gembur serta banyak mengandung bahan organik. Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tumbuhnya adalah antara 6-7. Apabila tanaman berada di bawah pH 6, bayam akan merana. Sedangkan di atas pH 7, tanaman akan menjadi klorosis (warnanya putih kekuning-kuningan, terutama pada daun-daun yang masih muda).


B. Syarat Tumbuh Tanaman Bayam
            Tanaman bayam biasanya tumbuh di daerah tropis dan menjadi tanaman sayur yang penting bagi masyarakat di dataran rendah. Bayam merupakan tanaman yang berumur tahunan, cepat tumbuh serta mudah ditanam pada kebun ataupun ladang (Palada dan Chang, 2003). Bayam mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan tumbuh, sehingga dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hasil panen yang optimal ditentukan oleh pemilihan lokasi penanaman. Lokasi penanaman harus memperhatikan persyaratan tumbuh bayam, yaitu: keadaan lahan harus terbuka dan mendapat mendapat sinar matahari serta memiliki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, memiliki pH 6-7 dan tidak tergenang air (Rukmana, 1995).
Bayam sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan iklim. Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman antara lain: ketinggian tempat, sinar matahari, suhu, dan kelembaban. Bayam dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Ketinggian tempat yang optimum untuk pertumbuhan bayam yaitu kurang dari 1400 m dpl. Kondisi iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayam adalah curah hujan yang mencapai lebih dari 1500 mm/tahun, cahaya matahari penuh, suhu udara berkisar 17-28°C, serta kelembaban udara 50-60% (Lestari, 2009).
C. Peranan Air Bagi Tanaman
Peranan air sangat penting, karena sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air adalah komponen utama dalam tanaman hijau, dimana air merupakan salah satu unsur alamiah utama yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, karena air berfungsi sebagai penyusun utama jaringan tanaman, pereaksi dalam proses fotosintesis dan berbagai proses hidrolisis, serta untuk menjaga turgiditas tanaman di antaranya dalam pembesaran sel, pembukaan stomata, penyangga bentuk morfologi daun-daun muda atau struktur lainnya. Dengan ketersediaan air yang cukup bagi tanaman dapat membantu akar dalam penyerapan unsur hara, karena unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman adalah unsur hara yang larut dalam larutan tanah yaitu dalam bentuk ion-ion (kation maupun anion). Dengan penyerapan unsur hara yang cukup tentunya pasokan bahan baku dalam proses fotosintesis akan tersedia bagi tanaman, sehingga asimilat yang dihasilkan dapat digunakan dalam pengembangan batang, daun dan sistem perakaran tanaman. (Harjadi, 1996)
Setiap tanaman membutuhkan persyaratan tertentu terhadap curah hujan yang diperlukan. Apabila kebutuhan air cukup terpenuhi, maka pertumbuhan akan baik. Jumlah air yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman mempunyai batas-batas tertentu. Jumlah kebutuhan air tanaman atau lahan selain ditentukan oleh jenis tanaman juga ditentukan oleh faktor lingkungan, terutama kondisi iklim, sifat fisik tanah dan pengolahan tanah.
Peran yang penting di atas menimbulkan konsekuensi langsung atau tidak langsung kekurangan atau kelebihan air pada tanaman akan mempengaruhi semua proses metabolisme dalam tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan selanjutnya sehingga menurunkan hasil tanaman. Kelebihan dan kekurangan air pada waktu perkecambahan biji. Biji-biji akan mengalami pertumbuhan yang lambat (Fither dan Hay, 1991).
Air yang berlebihan dalam tanah dapat merugikan tanaman sama halnya dengan kekurangan air. Aspek yang banyak merugikan akibat terlalu banyak suplai oksigen. Tanaman basah akan menghambat nitrifikasi yang menyebabkan tanaman menjadi kuning dan tampak kurang sehat (Jumin, 1992). Meningkatnya tekanan kelebihan air akibat genangan, menyebabkan laju fotosintesis menurun. Oleh karena kelebihan air tersebut menyebabkan terjadinya perubahan warna daun mudah menjadi kuning, terjadi klorosis daun, dan akhirnya akan mengering sehingga daun tidak aktif lagi sebagaimana mestinya, pemanjangan batang berkurang, tanaman tumbuhnya tidak normal dan akhirnya menyebabkan kegagalan (Prawirantara dkk, 1982 ).
Seperti kelebihan air, kekurangan air dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, perkembangan vegetatif menurun akibat perkecambahan berkurang dan dan penurunan hasil fotosintesis daun. Menurunnya laju fotosintesis mengakibatkanpertumbuhan tanaman juga menurun, tanaman akan tumbuh kerdil dan bahkan dapat menimbulkan kegagalan (Jumin, 1992).
Hakim (1986) mengemukakan bahwa, selain sifat tanah, faktor tumbuhan dan iklim sangat mempengaruhi jumlah air yang dapat diabsorbsi tumbuhan dari tanah. Sifat tanah misalnya, tanah liat dan tanah berpasir. Ketersediaan air dalam tanah ditentukan oleh pF (kemampuan partikel tanah memegang air) dan kemampuan akar untuk menyerapnya. Besarnya kemampuan partikel tanah memegang air ditentukan oleh air yang tersedia (air kapiler) dalam tanah.
Pertumbuhan tanaman didefinisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yang diikuti oleh peningkatan berat kering. Proses pertumbuhan tanaman terdiri dari pembelahan sel, perbesaran sel dan diferensiasi sel. Kekurangan air pada tanaman terjadi karena ketersediaan air dalam media tidak cukup dan transpirasi yang berlebihan atau kombinasi kedua faktor tersebut. Di lapangan walaupun di dalam tanah air cukup tersedia, tanaman dapat mengalami cekaman (kekurangan air). Hal ini terjadi jika kecepatan absorbsi tidak dapat mengimbangi kehilangan air melalui proses transpirasi.
Kehilangan air dari tanaman oleh transpirasi merupakan suatu akibat yang tidak dapat dielakkan dari keperluan membuka dan menutupnya stomata untuk masuknya CO2 dan kehilangan air melalui transpirasi lebih besar melalui stomata daripada melalui kutikula. Indeks luas daun yang merupakan ukuran perkembangan tajuk, sangat peka terhadap cekaman air, yang mengakibatkan penurunan dalam pembentukan dan perluasan daun, peningkatan penuaan dan perontokan daun, atau keduanya. Perluasan daun lebih peka terhadap cekaman air daripada penutupan stomata. Selanjutnya dikatakan bahwa peningkatan penuaan daun akibat cekaman air cenderung terjadi pada daun-daun yang lebih bawah, yang paling kurang aktif dalam fotosintesa dan dalam penyediaan asimilat, sehingga kecil pengaruhnya terhadap hasil.
Martin, Tenorio dan Ayerbe (1994) dalam Cahyo Artho Nugroho (2012), menjelaskan bahwa cekaman air yang terjadi pada paruh kedua dari siklus hidup tanaman ercis mengakibatkan penurunan nilai LAI (leaf area index) setelah pembungaan. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil biji ercis bila dibandingkan dengan hasil pada musim tanam sebelumnya, dimana curah hujan selama paruh pertama siklus hidupnya lebih besar.
Kekurangan air dapat menghambat laju fotosintesa, karena turgiditas sel penjaga stomata akan menurun. Hal ini menyebabkan stomata menutup. Penutupan stomata pada kebanyakan spesies akibat kekurangan air pada daun akan mengurangi laju penyerapan CO2 pada waktu yang sama dan pada akhirnya akan mengurangi laju fotosintesa. Disamping itu, penutupan stomata merupakan faktor yang sangat penting dalam perlindungan mesophyta terhadap cekaman air yang berat. Waktu antara penyebaran benih dan pemasakan dapat diperpendek atau diperpenjang tergantung pada intensitas dan waktu terjadinya cekaman air.
Salah satu stress yang paling sering dialami tanaman adalah kekeringan. Telah diketahui bahwa kekurangan air untuk jangka waktu pendek atau panjang umumnya menjadi penyebab utama menurunnya produksi pertanian. Air yang diserap akar tanaman berasal dari dalam tanah. Air ini mutlak dibutuhkan tanaman untuk mempertahankan hidupnya dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Namun demikian, kurang dari satu persen air yang diabsorsi tanaman dipergunakan dalam reaksi-reaksi metabolisme. Sebagian besar dari air tanah yang diserap akar tanaman ini ditranspirasikan melalui permukaan daun. Bila penyerapan air oleh akar tanaman tidak seimbang dengan tingginya laju transpirasi dapat menyebabkan rendahnya kandungan air daun serta tekanan turgorsel penjaga yang berakibat pada rendahnya laju fotosintesis. Kartika, Evita, dan Yusmeiridal (1997) dalam (Evita, 2010)















BAB III
Metode Penelitian

3.1 Lokasi
·         Di lapangan upacara sma negeri 3 kota jambi (khususnya di bawah pohon depan warkop)

3.2 Bahan atau Alat
Bahan
·         Tanah
·         Bijibayam (40 butir)
·         Air AC
·         Air OXY
·         Air Hujan
·         Air Larutan Cap Kaki Tiga

Alat
·         Gelaskecil ( 4 buah )
·         Kertas label
·         Gunting
·         Pipettetes
·         Suntikan











3.3 Cara kerja

1.      Siapkan bahan dan alat yang diperlukan
2.      Cuci gelas kecil hingga bersih
3.      Lalu lubangi gelas kecil tersebut menggunakan gunting yang sebelumnya di panaskan
4.      Setelah itu bersihkan kembali gelas kecil yang di lubangi
5.      Masukkan tanah kedalam 4 gelas kecil sesuai dengan ukuran wadahnya
6.      Taburkan biji bayam di atas tanah lalu tutup lagi dengan tanah
7.      Jangan lupa tanah di gemburkan setelah biji di taburkan
8.      Selanjutnya teteskan air menggunakan pipet tetes ± 5 ml pada setiap jenis air
9.      Letakkan tanaman tersebut di luarruangan yang terkenacahaya
10.  Setelah ≤ 2 menit tanaman tersebut di letakkan di ruangan yang tidak terkena cahaya






















BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.    Tabel Hasil Penelitian

HARI Ke-
TINGGI BAYAM (cm)
Air AC
Air OXY
Air Larutan Kaki 3
Air Hujan
1
0
0
0
0
2
0.2
0
0
0
3
1.1
0.5
0.4
0,3
4
1,9
1.7
1.6
0,6
5
2.7
2.6
2,4
1.3
6
3,7
3.1
 2,7
1.8
7
4.8
4.6
3,6
2.4


















BAB V
ANALISA DAN PEMBAHASAN

A.    Analisa
Setelah dilakukan penelitian di dapat data sebagai berikut
1.      Biji bayam yang diteteskan air ac lebih cepat pertumbuhannya di banding biji yang di teteskan air jenis lain
2.      Selanjutnya air oxy merupakan air minuman yang ternyata dapat membantu proses pertumbuhan pada biji bayam dengan setelah air ac
3.      Lalu air larutan cap kaki tiga , dapat digunakan dalam pertumbuhan biji bayam tetapi pertumbuhan biji bayam sedikit lambat di bandingkan air ac dan air oxy
4.      Dan pada pertumbuhan biji bayam yang di beri air hujan ,proses pertumbuhannya lebih lambat karena air hujan terdapat kadar asam


B.     Pembahasan
Banyak orang membuang hasil buangan air dari AC secara sembarangan, dengan menggunakan sebuah pipa, kemudian menyalurkan air buangan AC tanpa memanfaatkannya lebih lanjut.
Mungkin mereka membayangkan air buangan dari AC kotor, karena merupakan komposisi dari molekul-molekul udara yang terdapat di ruangan AC tsb, didalam ruangan tsb mungkin saja terdapat debu, bakteri, atau senyawa berbahaya lainnya.
Seperti sudah kita ketahui bahwa kandungan udara atmosfer terdiri dari 20.9% O2 (Oksigen), 79% N2 (Nitrogen –>sifatnya dingin), sisanya CO2 (karbondioksida) dan gas yang lainnya. Di dalam atmosfer juga terdapat kandungan molekul2 air (H2O), kita bisa mengukur kandungan air tersebut dengan alat dewpoint meter. Semakin tinggi derajat pengukuran berarti semakin banyak kandungan molekul air nya. Ketika udara melewati coil pendingin terjadi penurunan suhu. Pada proses pendinginan ini kerapatan molekul2 air tsb menjadi sangat rapat dan menjadi terkondensasi atau membentuk menjadi air. Karena berat air menjadi lebih besar dari udara maka air terpisah ke bawah dan dialirkan menuju selang pembuangan, biasanya di bungkus jadi satu dengan pipa freon kemudian di buang agar menghindari kerusakan pada unit pendingin atau indoor. Jika saluran pembuangan tersumbat karena kotoran, maka air ini akan keluar melalui indoor AC.
Jadi, air buangan AC ini merupakan air murni yang terbentuk karena kepadatan molekul udara. Untuk diketahui, AC sekarang tidak mendinginkan udara saja, namun juga membersihkan debu, bakteri dan jamur yang ada di udara yang akan disemburkan AC. Mekanisme melalui filterisasi dengan berbagai teknik, tergantung jenis AC nya. Walaupun air ini tidak aman untuk dikonsumsi meski telah terdapat alat filtering canggih sekarang, namun air AC ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti : air aquarium (menghindari lumut), air radiator (menghindari karat), untuk menyiram tanaman, air cucian, dan lain sebagainya.
Air hujan tidak banyak memiliki kandungan yang menyuburkan tanaman, tetapi ia melarutkan banyak zat-zat hara yang terdapat dalam tanah untuk bahan makanan dan kehidupan tumbuhan. Mutu air hujan nyaris sama dengan air suling, hanya saja mengalami pengotoran saat jatuh dari angkasa ke bumi akibat debu di udara.
Air Oxy memiliki kandungan dengan kadar oksigen yang tinggi, kandungan mineral An-Organik yang rendah dan telah diaktifkan dengan menambahkan sinar alpha melalui proses molecular resonance e-Magnetic Technology.


























BAB VI
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kadar jenis air ternyata mempengaruhi proses pertumbuhan biji bayam.

B.     Saran
Pada penelitian ini kami menyarankan agar air pembuangan ac dapat dipergunakan kembali untuk proses pertumbuhan pada tanaman,karena air ac pada penelitian kami lebih mempercepat proses pertumbuhan





                                                                        













DAFTAR PUSTAKA
http://sakidaka.blogspot.com/2009/06/memanfaatkan-air-dari-ac.html

3 komentar: